Info : 1. Kepada para siswa/i SMKN 1 Sukabumi, diharapkan secepatnya mengirimkan tugas yang Bp tugaskan ...2. Jika para siswa/i telah mengumpulkan tugas baik berupa makalah, e-mail maupun web tetapi belum terdapat namanya di blog ini, harap secepatnya konfirmasi ke Bp ...terima Kasih

MENJADI MAHASISWA YANG SUKSES

Menjadi seorang mahasiswa tidak dapat dipungkiri menjadi salah satu tujuan setelah para siswa SMA/SMK lulus nantinya. Tetapi keinginan ini tidak semua siswa dapat meraihnya, selain karena kurangnya materi yang merupakan salah satu faktor diantaranya, juga karena faktor kesempatan yang mungkin saja belum dapat mereka raih.
Menjadi mahasiswa yang sukses di kampus adalah keinginan dari bagi siapa saja yang telah masuk perguruan tinggi. Betapa tidak selain mereka dapat memperoleh apa yang diinginkan (gelar akademik dengan ilmu yang diampunya juga dapat cepat lulus dengan cepat dan dengan bantuan dari beasiswa tentunya) juga dengan menjadi salah satu orang yang berhasil baik dalam akademik maupun non akademik.

Hidup dalam lingkungan kampus tentu saja menjadi seorang mahasiswa dapat berfikir idealias, kritis jika dalam lingkungan sekitarnya terdapat hal-hal yang menyimpang atau keluar dari jalur yang seharusnya. Hal ini tentunya menimbulkan dampak positif dalam lingkungan kampus itu sendiri, selain adanya control dari dalam sehingga kampus tersebut akan tetap terjaga identitasnya. Ada diantara mahasiswa yang “terlalu sibuk” dengan dunia politik sehingga terkadang kegiatan perkuliahan terabaikan dengan tugas-tugas yang tertunda, ada pula mahasiswa yang sibuk dengan urusan “entrepreuneur” sehingga dia banyak melakukan kegiatan pelatihan-pelatihan maupun promosi untuk melebarkan usaha yang dimilikinya selain untuk menambah biaya studinya, ada mahasiswa yang hanya fokus dalam kegiatan perkuliahan yang dia “hanya” kenal kampus dan rumah, atau ada mahasiswa yang “fasif” yang tidak melakukan aktifitas kemahasiswaan baik akademik maupun non akademik maupun mereka tidak melakukan aktifitas diluar kampus.
Hal-hal tersebut diatas sangatlah wajar karena kepribadian manusia pada dasarnya berbeda-beda dengan distimulus dari jati diri seorang mahasiswa yang memang sudah dewasa dan dapat memilih kearah dan harus kemana mereka melangkah. Tetapi pada artikel ini, saya munkin akan mencoba mengulas sedikit mengenai bagaimana caranya agar menjadi seorang mahasiswa yang sukses yang tidak saja dalam bidang akademik maupun non akademik.
Banyak kasus dilapangan yang kita jumpai terkadang mahasiswa tersebut sukses secara akademik di kampus tetapi “gagal” di dunia nyata, atau mungkin sebaliknya. Mengapa demikian padahal salah satu kesusksesan tidak bisa dibantah lagi karena kepintaran seseorang?. Allah SWT telah mengariskan jalan hidup setiap hamba-hambanya, dan sudah sewajarnya setiap hambaya itu memilih yang terbaik dengan apa yang dimilikya dan kepintaran adalah salah satunya. Menjadi seorang mahasiswa yang sukses memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan, karena banyak berbagai faktor yang menyebakan seseorang tidak dapat sukses menjadi seorang mahasiswa. Dan standar sukses seorang mahasiswa itu indikasinya yaitu bahwa dia dapat mengamalkan ilmu yang diraihnya dibangku perkuliahan menjadi berguna baik bagi dirinya maupun lingkungan tempat dia berada.
Berikut ini ada beberapa hal yang hendaknya ditempuh jika ingin sukses menjadi seorang mahasiswa :
1. Mulailah setelah masuk perkuliahan, biasanya pada awal semester meniatkan diri untuk lulus sesuai dengan target, apalagi lulus dengan cepat. Hampir kebanyakan mahasiswa melewatkan hal ini dengan berbagai kondisi yang terjadi pada dirinya. Tetapi insyaAllah dengan niat seperti ini diawal masuk atau perkuliahan, seorang mahasiswa akan terpacu untuk melakukan yang terbaik khususnya akademiknya. Dia akan melakukan dengannya penuh tanggung jawab dan penuh dedikasi yang tinggi bagi kepentingan dirinya. Contohnya saja jika seorang mahasiswa diploma 3 yang notabene lulus 3 tahun hendaknya dapat lulus sesuai dengan kondisi itu, jika S1 ya lulus maksimal 4- 5 tahun, S2 lulus 2 tahun dan lain sebagainnya.
2. Hentikan perbuatan curang !. sudah sebaiknya perbuatan ini dihindari dan ditinggalkan oleh para mahasiswa, karena perilaku ini selain merugikan dirinya sendiri seperti mencontek yang notabene mematikan kemampuan yang dimilikinya juga merugikan orang lain seperti pembohongan publik untuk mendapatkan IPK yang bagus padahal hasil dari hal itu. Perbuatan ini dapat membuat mahasiswa mematikan apa yang dia miliki sehingga kepercayaan dirinya terkikis secara tidak sadar. Selain itu hal ini membuat pelakunya mempunyai mental yang jelek seperti ingin memperoleh kesuksesan tetapi tidak mau bersusah payah untuk meraihnya. Dan banyak kita jumpai di kondisi saat ini di saat persaingan yang begitu ketat, dan membuat setipa orang menghalalkan segala cara demi meraih kesuksesan tersebut meskipun dengan jalan yang tidak baik. Terkadang saya suka mengingatkan kepada mahasiswa saya agar senantiasa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dosen sendiri tanpa mencontek bahkan jangan pernah dibuatkan orang lain atau dengan bahasa kerenya “joki”. Kondisi hal ini tentunya membuat miris pada saya selaku dosen, betapa tidak?, karena memang disanalah salah satu kunci pengetahuan yang didapat dari bangku perkuliahan selain dari penelitian. Dapat dibayangkan jika seorang mahasiswa dalam mengakhiri studinya berbuat curang dengan cara “tolong dibuatkan” penelitiannya (tugas akhir, skripsi, thesis maupun disertasinya) ?. bisa jadi ada beberapa kasus di masyarakat yang cukup membuat kita khawatir adalah adanya mall praktek dari seorang dokter, sehingga dapat dtarik benang merah bisa saja dokter tersebut selama perkuliahannya membuat kecurangan.
3. Cari peluang untuk membantu biaya studi. Hal ini dapat dimaksudkan bahwa seorang mahasiswa sebaiknya mencari bantuan biaya studi baik dengan cara mencari beasiswa baik yang disediakan di kampus maupun di luar kampus ataupun dengan berwirausaha. Hal ini dapat dimaklumi karena memang salah satu penyebab putusnya studi seorang mahasiswa adalah karena tidak terpenuhinya biaya studi. Saya pernah miris sewaktu saya masih berstatus mahasiswa di IPB mendengar kisah ada salah seorang mahasiswa IPB yang berasal dari ekonomi bawah, memperoleh biaya studinya dengan cara mendapat sumbangan dari desanya tempat ia dilahirkan, jadi setiap rumah disediakan “celengan” di depan ruamnya jadi setiap rumah “menyumbang” 100 rupiah. SubhanaAllah mahasiswa tersebut dapat berhasil dengan sukses. Dan yang hebatnya lagi mahasiswa tersebut menjadi semangat dengan hal tersebut dengan tetap fokus dan bersungguh-sungguh pada studinya. Kondisi ini juga pernah saya alami selama kuliah di PTN tersebut dengan mencari peluang beasiswa dikampus, saat itu saya sudah berhenti kerja di salah satu perusahaan di Jakarta sehingga menyebabkan sumber dana studi terputus. Alhamdulillah dengan niat kuat dan usaha akhirnya saya mendapatkan beberapa beasiswa yang tentunya dapat membantu studi saya sehingga akhirnya saya dapat lulus di PTN tersebut. Selain mencari beasiswa seorang mahasiswa juga dapat mencari sumber dana studi dengan cara berwirausaha. Banyak mahasiswa yang mencari dana dengan bermacam cara seperti mengamen, menjual barang-barang koperasi mahasiswa, berjualan makanan dan minuman, pakaian dan lain sebagainya.
4. Dekat dengan para dosen dan para pegawai kampus. Kondisi ini bukan berarti mahasiswa tersebut “mencari muka” dengan dosennya, tetapi dengan hal ini membuat seorang mahasiswa dapat mudah dalam kegiatan perkuliahan seperti pengurusan administrasi mata kuliah, atau konsultasi dengan dosennya jika mendapat kesulitan perkuliahan. Sebagai mahasiswa sebaiknya jangan menyepelekan hal ini, karena suka atau tidak suka seorang mahasiswa pasti akan berhubungan dengan dosen dan pegawai kampus. Sehingga jika seorang mahasiswa menadapatkanp prestasi yang baik secara akademik khususnya, maka tidak menutup kemungkinan dapat dipromosikan menjadi asisten dosen di perguruan tinggi tempat dia studi dengan rekomendasi dosennya maupun pegawai/TU di perguruan tinggi tersebut. Saya pernah mengalami kondisi hal ini disaat saya sedang melakukan penelitian tugas akhir, Alhamdulillah mungkin karena kedekatan saya dengan para pegawai kampus dalam hal ini staf TU dan dosen pembimbing membuat tugas akhir saya lancar dengan baik, bahkan dengan cara yang tidak terpikirkan sebelumnya.
5. Perbanyaklah silaturahmi baik itu dengan cara aktif berorganisasi di lingkungan kampus yang terdiri dari mahasiswa maupun dosen maupun dengan lingkungan di luar kampus. Dengan cara ini seorang mahasiswa tidak hanya sukses dalam akademik tetapi sukses pula secara non akademik, bahkan ada beberapa diantaranya yang menjadi anggota dewan terhormat di DPR RI. Allah SWT sudah memberikan masing-masing manusia dengan kelebihannya masing-masing, ada ayang sukses dengan dunia politik, akademik, olah raga, seni maupun agama. Sehingga tidak menutup kemungkinan dengan cara bersilaturahmi dengan aktif beroganisasi seorang mahasiswa dapat terbuka lebar bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan dari bangku perkuliahan/akademik saja tetapi juga dengan ornganisasi.
Demikianlah kiat-kiat apabila seorang mahasiswa ingin berhasil/sukses di kampus, semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Salam mahasiswa !!!!.
Catatan iseng,
Dudih Gustian,ST