-->
Info : 1. Kepada para siswa/i SMKN 1 Sukabumi, diharapkan secepatnya mengirimkan tugas yang Bp tugaskan ...2. Jika para siswa/i telah mengumpulkan tugas baik berupa makalah, e-mail maupun web tetapi belum terdapat namanya di blog ini, harap secepatnya konfirmasi ke Bp ...3. Kepada mahasiswa UMMI, IMWI dan STT Nusa Putra, diharapkan mendownload bahan u'presentasi sebagai bahan UAS ...4. Tugas -tugas yang telah Bp berikan diharapkan segera dikumpulkan (Mahasiswa UMMI, STT Nusa Putra, IMWI) ...5. Nilai Ujikom KKPI tahun 2014-2015 dapat dilihat di menu download, siswa .....6. Bimbingan skripsi untuk mahasiswa Univ. Nusa Putra kleas reguler setiap hari rabu, karyawan sabtu sabtu ba'da dzuhur dan AIS hari minggu ba'da dzuhur ...terima Kasih
1 2 3 4 5

Hilangnya mapel TIK di K'13



KONTROVERSI HILANGNYA MAPEL TIK/KKPI DI KURIKULUM 2013


Sudah hampir banyak kritik dan komentar beragam mengenai kontroversi diluncurkannya kurikulum 2013 ini, para pemerhati pendidikan melakukan kajian yang mendalam menurut ranah dan sudut pandangnya masing-masing tetapi semua itu seakan tidak membuat pemangku kebijakan (kemendikbud) di negeri ini bergeming bahkan ngotot agar kurikulum segera dilaksanakan dengan atau tanpa persetujuan mereka yang kurang sepaham dengan pemerintah.
Salah satu yang menjadi masalah nasional saat ini adalah hilangnya mapel TIK/KKPI di semua jenjang baik itu tingkat SD, SMP, SMA/SMK.  Sebagai salah satu bagian dari pihak yang merasa dirugikan kebijakan ini, saya sebenarnya sebagai warga Negara yang baik sudah sebaiknya mengikuti kebijakan yang dikeluarkan pemerintah ini,
tetapi karena dengan hilangnya salah satu mapel yang menurut saya penting terlebih di zaman teknologi informasi saat ini, maka saya kurang sepaham dengan kebijakan ini.  Saya mulai sharing dengan kawan-kawan seperjuangan dalam komunitas Agtiknas, dan mereka pun merasakan seperti apa yang saya rasakan saat ini.
Melalui tulisan ini, saya mencoba menganalisis melalui pengetahuan dan pengalaman saya sampai saat ini menjadi guru dan dosen IT di negeri ini. 
1.    Analisis pertama, bahwa mapel tik dilahirkan sejalan dengan munculnya KTSP pada tahun 2006.  Saat itu melalui mendiknas Prof. Bambang Soedibjo memunculkan TIK/KKPI dikarenakan analisis bahwa perlunya suatu mapel yang dapat membekali para siswa didik demi menuju era dimana pertukaran informasi dan komunikasi dapat cepat diterima.  Seiring dengan berjalannya waktu, saya melihat antusias siswa dalam mendalam ilmu ini sangat besar sekali bahkan melebihi mapel yang lainnya.  Siswa bersemangat sekali dalam melakukan eksplorasi pengetahuan selain yang didapatkan dari guru komputernya, bahkan mereka sering berjam-jam dalam lab komputer demi menyalurkan kesenagannya atas ilmu komputer ini.  Akhirnya dengan kesenangan yang meraka rasakan dan tanpa paksaan, mereka dapat menguasai ilmu ini melebihi guru di sekolahnya.  Bahkan saya pernah bertemu dengan salah satu alumni yang pernah saya ajar, bahwa dia masuk fakultas ilmu komputer itu karena ketertarikan pada mapel TIK yang saya ajarkan, padahal sebelumnya dia belum begitu tertarik.  Kesimpulannya bahwa mapel TIK ini sangat disukai para siswa dan dapat melatih siswa lebih aktif dalam meng-update berbagai pengetahuan yang dia dapatkan dari gurunya bahkan yang tidak pernah diajarkan gurunya sekalipun.
2.    Analisis kedua, bahwa sebenarnya jika dilihat persaingan dan prestasi yang diperoleh para siswa dan putra bangsa kita dalam teknologi di dunia internasional cukup membanggakan.  Mahasiswa kita dapat juara abu robocon di amerika serikat beberapa tahun sebelumnya, tim olimpiade TIK kita membanggakan pada lomba TOKI internasional, banyak perancang software yang mumpuni di Negara kita seperti munculnya Artav antivirus dan SMADAV, jejaring social dsb , mobil SMK yang dikeluarakan oleh salah satu SMK di solo, seorang animator kreatif yang salah satunya pernah menjadi kru dari film cikal bakal superman dan sebagainya.  Ini menandakan bahwa sebernarnya skill anak bangsa ini sangat potensial untuk berbicara banyak di dunia, lalu kenapa skill ini akan di matikan begitu saja oleh pemerintah dengan menghapus TIK di sekolah?, padahal kita tahu bahwa stimulus/embrio ketertarikan mereka akan TIK dimulai dari sekolah?, karena menurut saya perguruan tinggi itu hanya sebagai transformasi dari pemantapan niat mereka yang ingin memperdalam TIK. Karena mereka yang masuk jurusan ilmu komputer itu bukan karena salah jalan atau pilihan kedua.  Saya pun mengalami sendiri ketika masuk D3 pada jurusan TIK dan dilanjutkan ke jenjang sarjana bahkan lulus magister dengan ilmu komputer, sadar bahwa dengan ilmu yang saya miliki ini, berarti saya harus senantiasa meng-update setiap hari agar tidak ketinggalan informasi.  Hal ini tentu saja berbeda dengan ilmu yang lainnya, karena perkembangan IT ini sangatlah cepat baik dari segi perangkat keras maupun perangkat lunak.  Jadi dengan rela terus meng-update pengetahuan akan IT dan teknologi, para putra bangsa ini dapat bersaing dengan Negara lain selain yang didapatkan dari guru atau dosennya.  Kesimpulannya bahwa kita mempunyai sumber daya manusia yang mumpuni agar dapat bersaing dengan Negara lain dengan update pengetahuan dan dri guru/dosen masing-masing dan dengan TIK –lah pengetahuan itu akan cepat didapatkan.
3.    Analisis ketiga, dengan di tetapkannya TIK menjadi salah satu bagian dari kurikulum maka pemerintah wajib menyediakan lab. Komputer diseluruh negeri ini.  Kita coba hitung saja jika harga komputer standarnya 2 jt saja, maka jika 1 lab komputer dengan jumlah komputer 32 saja (sesuai jumlah standar siswa), maka biaya pengadaan sekitar 62 juta belum ditambah perawatan dan internet.  Kita dapat membayangkan jika dana tersebut di keluarkan sekoalh se-Indonesia, betapa besarnya biaya tersebut.  Telebih perlu kita ketahui bahwa pengadaan lab komputer berbeda dengan lab –lab yang lain seperti biologi atau fisika misalnya, perawatan lab-lab tersebut tidak semahal pada lab komputer, karena umumnya alat-alat perakteknya lebih tahan lama dari pada komputer yang rentan rusak terlebih lagi para siswa yang memakainnya dengan berbagai macam.  Kesimpulannya sepertinya pemerintah kerepotan dengan pengadaan dan perawatan lab komputer yang menyedot biaya yang banyak, berbeda dengan lab-lab lainnya.
4.    Analisis keempat, munculnya mapel prakarya, setelah saya pelajari selintas, mapel ini seperti menghasilkan produk dari hasil buah tangan seseorang agar dapat menjadikan penghasilan atau dapat diasumsikan kewirausahaan.  Dengan munculnya mapel ini, berarti kemendikbud harus menghilangkan salah satu mapel yang menurutnya pengaruhnya tidak berdampak besar.  Maka TIK/KKPI jadi korban dari munculnya prakarya ini, tetapi kenapa ilmu komputer yang jadi korbannya?.  Mungki alasan pertama karena jumlah guru Tik di Negara kita jumlahnya tidak terlalu banyak didandingkan dengan guru lain, alasan kedua jumlah guru PNS dan yang sudah sertifikasi baik itu guru negeri maupun swasta pada mapel ini sedikit, LPTK yang menyelenggarakan mapel ini masih terbatas (baru UPI, UNJ dan UNY yang telah membuka program ini).  Kesimpulannya mapel TIK adalah korban dari munculnya mapel prakarya yang menurutnya jauh lebih penting pada saat ini dan yang perlu diketahui bahwa salah satu wirausaha yang tidak ada matinya adalah dalam bidang IT dengan penghasilan yang fantastis, berapa banyak orang kaya di dunia yang dilahirkan dalam bidang IT, jika mau hitung-hitungan dengan mapel prakarya yang ujung-ujungnya juga wirausaha.
5.    Analisis kelima, proyek diakhir jabatan Kabinet.  Seperti kita ketahui bahwa diluncurkannya kurikulum ini termasuk telat (tahun 2013).  Padahal kita tahu bahwa Kabinet ini sudah berjalan kurnag lebih 4 tahun semenjak presiden menetapkan menteri-menterinya.  Kesimpulannya jika kemendikbud tidak mempunyai program maka mungkin dianggap tidak mempunyai visi dan misi pendidikan????.  Padahal menurut hemat saya kurikulum itu hendaknya diperbaiki yang kurangnnya dan dilanjutkan yang bagusnya buka dirombak total, maka istilah ganti menteri maka ganti pula kurikulumnya.
6.    Analisis keenam, dengan dihilangkannya TIK dikurikulum maka hal tersebut sama dengan tidak menghargainya departemen TIK sendiri, kenapa begitu, ya bisa saja karena hanya mapel TIK yang mempunyai induk departemen di negeri ini dari peralihan sebelumnya dari Riset dan teknologi.  Coba seandainya saja kemendikbud itu berdampingan dan berbicara dengan kemeninfokom, bicara mengenai target kedepan demi wacana menuju generasi emas tahun kedepan yang harus melahirkan sdm yang unggul di dunia it, mungkin kemendikbud akan berfikir dan meninjau ulang sebelum ketok palu dulu, dan disini pula peran kemeninfokom sebaiknya aktif memberikan masukan, hal apa saja yang perlu diperbaiki mapel it tersebut yang memang menurut saya juga sudah tidak update saat ini dan terkesan tumpang tindih.  Bayangkan saja pelajaran Microsoft word diajarkan di smp dan diajarkan kembali di tingkat sma/smk.  Atau bisa juga kemendikbud bekerjasama dengan pihak tertentu seperti Microsoft dalam hal penguatan materi yang dapat menjadikan bekal para siswa di dunia pekerjaan.  Kesimpulannya tidak ada sinkronisasi antara kemendikbud dan kemeninfokom dalam mewujudkan visi pemerintah menuju generasi emas bangsa ini kedepannya.
7.    Analasis ketujuh, TIK hendaknya diajarkan di sekolah.  Hal ini karena ilmu komputer ini tidak bisa dipelajari sendiri begitu saja.  Saya merasakan selama menjadi guru dan dosen, ada sebagian dari para peserta didik yang belum memahami materi yang saya berikan, mereka hanya mengerti kulitnya saja tanpa mengetahui isi dari ilmu tersebut.  Sebagai contoh banyak yang terkecoh bahwa untuk menjadi programmer hendanya mengusai bahasa pemograman itu sendiri.  Pendapat ini tidak salah, tetapi menurut saya yang wajib dikuasi ialah algoritma pemogaman dan struktur data dari pemogram yang kita buat.  Ibarat belajar bahasa, maka hendaknya dipahami strukturnya terlebih dahulu, karena biasanya jika kita sudah bisa mengertia salah satu bahasa misalnya inggris, maka analisis saya dapat menguasai bahasa lainnya seperti jerman, tinggal kosa katanya saja diperdalam.  Kesimpulannya bahwa mapel TIK sama pentingnya dengan mapel bahasa dan itu tidak bisa tanpa melalui proses pembelajaran.
8.    Analisis kedelapan, mungkin saya mengira kurikulum ini ada nuansa x dialamnya.  Betapa tidak dulu ada beberapa mapel yang dihapus begitu saja dan itu menimbulkan kontroversi, misalnya saja jika tidak salah penggambungan pelajaran IPA dan IPS sehingga Prof. Surya proteks dibuatnya.  Penghapusan sejarah dan geografi namun sampai tidak terjadi karena banyak pihak yang kurang setuju, sampai akhirnya penghapusan TIK di kurikulum ini yang menurut pak menteri disebut sebagai kurikulum minimalis.  Jika TIK dihapus hanya karena menurut para pemangku keputusan di kemendikbud beranggapan bahwa TIK tidak perlu diajarkan karena anak TK dan SD saja sudah bisa internet tanpa guru yang mengajarinya.  Itu merupakan suatu pernyataan yang tidak berdasar akan fakta dan bukan ilmiah, sehingga mana mungkin para pejabat di kemendikbud yang mayoritas orang-orang berpendidikan dapat berargumen seperti itu, apakah dahulu tidak pernah diajarkan yang namanya membuat keputusan dari analisis secara factual dan ilmiah?.  Kesimpulannya argument para pejabat tersebut hanya mengada-ngada, kurang berdasarkan fakta dilapangan dan tidak dapat dibuktikan secara ilmiah.  Coba tengok saja di luar pulau jawa yang prasarana komputer saja kurang memadai bahkan tidak ada, bagaimana bisa berargumen seperti itu, jangan hanya melihat pada kota-kota besar yang memang sudah maju sedikit dengan fasilitas yang didapatkan.
9.    Analisis kesembilan, jika TIK di integrasikan kesemua pelajaran, berarti sama saja itu membuat para guru non TIK terkuras dan sibuk bagaiman membuat media pembelajaran sesuai bidang mapelnya.  Memang jika selintas dapat dibilang keren, seorang guru Fisika dapat mengajarkan kalor dengan animasi hasil kreasinya.  Coba kita tengok saja, beban guru sekarang bertambah berat selain harus membuat administrasi mengajar (RPP, Silabus, KKM dsb) juga harus membuat media pembelajaran yang mungkin bagi sebagian guru merupakan hal yang baru.  Menurut saya akan jauh lebih mengena dan dapat tercerna secara alami dan langsung melalui praktek nyata.  Misalnya saja mapel Biologi, seorang guru Biologi mempraktekan dengan media nyata seperti tulang belulang binatang agar dapat memberikan informasi secara langsung dari pada hanya melalui animasi di komputer.   Kita ambil contoh lagi Kimia, misalnya percampuran asam dan basa yang dipraktekan langsung dengan membeli contoh cairan asam dan basa, memang resikonya lebih besar daripada animasi tapi menurut saya hal itu justru lebih efektif mengena pada siswa, jika contohnya siswa salah mencampur asam – basa tersebut maka dampaknya dapat dirasakan langsung pada siswa.  Terakhir mapel Penjaskes, misalnya teknik berendang gaya dada yang baik dan sesuai prosedur itu bagaimana.  Hal ini tentu saja hasilnya langsung dapat dirasakan dan tidak pernah lupa dari pada animasi hasil rekayasa guru penjaskes tersebut.
Kesimpulannya konsep peng-integrasian ini hendaknya harus diluruskan terlebih dahulu karena tidak semua mapel dapat di integrasikan dengan TIK, mungkin istilan ini dapat saya luruskan bukan di integrasikan tetapi seluruh mapel hendaknya menggunakan fasilitas TIK dalam pembelajaran dalam hal teori agar tidak jenuh pada siswa tetapi dalam hal praktek mungkin tidak bisa.
10. Analisis kesepuluh, dengan adanya jurusan komputer di SMK membuat persaingan penerimaan siswa baru semakin ketat.  Bagaimana tidak, dengan adanya mapel TIK sebenarnya cukup berpengaruh pada input siswa SMK jurusan TIK.  Apalagi jika kurikulum TIK dari tingkat SD,SMP, SMA/SMK di update sesuai persaingan dan kebutuhan pasar.  Memang jam pelajaran TIK di sekolah umum sedikit bila dibanding dengan SMK TIK, tetapi hal itu lumayan cukup sebagai pengetahuan TIK bagi mereka yang memang ingin benar-benar terjun dalam TIK. Sebagai contoh salah seorang siswa saya pun hanya lulusan sma, tetapi sekarang penguasaan TIK-nya dapat bersaing dengan lulusan SMK TIK, selain karena faktor kemauan keras, fasilitas yang ada dan kebutuhan.  Dampak positifnya muncul kembali lembaga kursus TIK dibeberapa tempat yang pada saat dulu kstp diberlakukan seperti hilang.  Kesimpulannya mungkin pemerintah berfikir jika ingin memperdalam TIK maka disediakan smk jurusan TIK, tanpa harus memperlajari di SMA misalnya.  Sebenarnya jika pemerintah mau, di smk ada mapel SIGI yang notabene pengajarnya dari para mantan guru mapel KKPI, kenapa tidak dibuat sama saja, SIGI dipelajari di SMA?.
11. Analisis kesebelas merupakan analisis terakhir, jika tik tidak diajarakan dalam kurikulum maka dikhawtirkan para siswa akan bebas tanpa aturan dalam meng-ekplorasi informasi yang didapatkannya.  Seperti kita tahu informasi di IT semakin secapat dan tanpa batas dan aturan, sehingga seperti dua belas pisau yang tajam (banyak positif dan negatifnya tergantung penggunannya).  Saat ini saya dengan bimbingan guru IT yang memang punya kapasitas dalam hal penggunaan IT saja, para siswa sudah berbuat yang tidak baik apalagi tanpa bimbingan guru IT.  Mana sempat guru penjas membimbing para siswa bagaimana berkomunikasi yang baik melalui e-mail misalnya kerena guru tersebut sibuk dengan mapelnya.  Kesimpulannya perlu guru yang memang punya kapabilitas dalam hal tersebut dan tugas ini hanya dapat diemban oleh guru IT yang notabene mempuyai ilmu dalam bidang itu.
Itulah sebagian analisis saya mengenai kontroversi hilangnya mapel TIK/KKPI di kurikulum 2013, maka solusi yang ditawarkan Kemendikbud dengan dijadikan Guru TIK/KKPI sebagai guru BP bidang IT, adalah solusi yang menurut saya terpaksa dari gencarnya protes-protes yang Agtiknas lakukan saat ini.  Padahal yang saya ketahui bahwa Mendikbud dulu pernah berakata bahwa akan ada pelatihan bagi guru-guru IT agar dapat mengajar mapel lain yang serumpun seperti Matematika atau Fisika, karena menurut pak Menteri pasti waktu kuliah pernah mendapat kuliah Matematika dan Fisika.  Mudah-mudahan para pemangku kebijakan di Negara ini luluh hatinya dan dapat berfikir dengan hati agar kebijakannya tidak merugikan pihak lain sehingga kita dapat bersaing dan berbicara banyak dengan Negara lain dan melalui pendidikanlah salah satu fondasinya. Salam pencinta it negeri ini.

Catatan Iseng
Dudih Gustian,ST,M.Kom

1 komentar:

  1. kebijakan model apa itu ...sampe' mata pelajaran TIK di hapus gimn nasib saya yang sarjana pendidikan TIK ...ahhhhh rugi besar klo gimn ..bangsa dah maju ehhh malah TIK di hapus bisa jd GAPTEK nih anak bangsa...

    BalasHapus

Profilku

Salam Hangat, ini adalah blog yang bertujuan untuk sekedar share pengetahuan, pengalaman baik untuk diri sendiri maupun oranglain. Mudah-mudahan ada setitik manfaat dari tulisan didalamnya bagi anda ...Read More..

Kecerdasan Buatan mendekatkan diri pada sang Pencipta

Google+ Followers